Senin, Oktober 12, 2026
Tausiyah

Penuhi Kebutuhan dan Kubur Keinginan

Sabit dan cangkul atau tracktor adalah kebutuhan bagi seorang petani padi saat mengerjakan sawah. Sedang pesawat Televisi bagi petani adalah keinginan. Jangan terbalik, beli sabit dan cangkul nomor sekian, pesawat televisi malah menjadi nomor wahid.

Allah berfirman “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalat dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (QS Al Mukminun 1-3).

Allah menjelaskan orang yang beruntung adalah orang yang beriman, bukan orang kaya, punya jabatan, punya anak (anak kandung maupun anak buah). Perkataan Allah adalah benar adanya. Jika Allah sudah mengatakan untung, maka sungguh akan untung, meskipun manusia sedunia mengatakan rugi dan celaka. Sebaliknya jika Allah mengatakan rugi, maka sungguh akan rugi, meskipun manusia sedunia mengatakan untung. Meskipun para pakar,para ahli mengatakan untung.

Ciri-ciri orang beriman antara lain khusyu’ dalam shalatnya dan meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. Orang yang khusyu’ dijelaskan dalam Al Baqoroh ayat 45-46. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ . (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” .

Orang khusyu’ , saat sholat hadir lahir batin di hadapan Allah. Tidak hanya hadir secara fisik, sementara pikirannya tidak focus dan pergi ke mana-mana. Hal ini dapat dicapai antara lain dengan cara menyadari bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Allah dan pada saatnya akan menghadap kepadaNya. Karenanya tidak boleh sembrono dan main-main dalam mengerjakan perintahNya. Perintah-perintah Allah, antara lain shalat dikerjakan dengan sepenuh hati dan kesungguhan hati.

Orang-orang yang khusyu” tidak merasa berat untuk bersikap sabar dalam hidup ini dan menjalankan shalat guna mendapatkan pertolongan Allah. Karena dua cara itulah yang telah direkomendasikan Allah kepada manusia. Allah adalah yang menciptakan manusia, maka Allah pula yang mengetahui dan paling pas mengeluarkan buku panduan hidup agar manusia enjoy dalam menjalani hidup. Termasuk bagaimana cara manusia mendapatkan pertolongan dari Allah.

Selanjutnya orang beriman itu adalah meninggalkan hal-hal yang tidak perlu, tidak peting, hal-hal bukan merupakan kebutuhan pokok. Manusia terkadang dikacaukan dengan kebutuhan dan keinginan. Sabit dan cangkul atau tracktor adalah kebutuhan bagi seorang petani padi saat mengerjakan sawah. Sedang pesawat Televisi bagi petani adalah keinginan. Inilah contoh kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Kebutuhan adalah sesuatu yang primer, mutlak diperlukan, tidak boleh tidak. Sedang keinginan adalah selera atau katakanlah kebutuhan sekender.

Seandainya kebutuhan sekender tidak terpenuhi, tidak berakibat fatal dan tidak berpengaruh. Contoh lainnya adalah membayar SPP merupakan kebutuhan bagi seorang pelajar. Sementara itu HP atau jam tangan adalah keinginan. Persoalannya adalah masih banyak yang keliru menempatkan kebutuhan dan keinginan (gengsi). Banyak hal yang masuk wilayah keinginan (gengsi) dibawa ke wilayah kebutuhan. Banyak keinginan dipaksa menjadi kebutuhan.

Demi gengsi mencari pinjaman untuk membeli HP harga jutaan. Sementara itu SPP anaknya masih nunggak. Kebutuhan pokok manusia adalah SANDANG, PAPAN, PANGAN. Tiga kebutuhan ini tidak dapat ditawar. Sementara itu kebutuhan lainnya : TV, mobil, motor, HP, kulkas, dll adalah kebutuhan sekender. Tidak harus terpenuhi. Menejemen keuangan harus ditata ulang. Dibelanjakan untuk hal-hal yang memang masuk wilayah kebutuhan.

Pentingkan, letakkan pada urutan nomor wahid untuk hal-hal yang memang kebutuhan. Bukan sekedar untuk wah, untuk gengsi, untuk harga diri, untuk penampilan OK dan seterusnya. Wah, keinginan, gengsi, penampilan OK sejatinya kamuflase saja dan harus dikubur. Pelajaran yang dapat diambil, orangorang yang ingin mendapat keuntungan hendaklah menggunakan waktu, tenaga dan pikirannya serta membelanjakan hartanya untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk memenuhi keinginan. Setiap akan membelanjakan hartanya atau membeli sesuatu hendaklah dipertimbangkan. Barang yang akan dibeli itu memang sebagai kebutuhan dan penting, atau hanya sekedar selera dan keinginan.

Demi gengsi. Untuk mendapatkan prestise di masyarakat atau untuk kepentingan apa. Dengan mengubur daftar belanja yang bersifat keinginan, akan menjadi orang yang efektif. Tindakannya tepat sasaran. Hasilnya maksimal. Waktunya tidak sia-sia atau mubazir. Inilah sosok orang-orang yang bakal beruntung. Orang yang tidak efektif dalam menggunakan waktu dan kekayaan hanya akan menimbulkan penyesalan.

Seorang pelajar yang mengabaikan waktu belajar, tentu akan stres saat menghadapi ujian. Intinya tidaklah baik menunda pekerjaan dan tugas. Rasulullah SAW mengingatkan tentang pentingnya menggunakan waktu. Gunakan waktu sehat sebelum sakit, hidup sebelum mati, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, longgar sebelum sibuk. kebutuhan dan mengubur berbagai keinginan sangatlah penting dalam kehidupan di masyarakat.

Masyarakat kecil seperti sebuah keluarga atau rumah tangga maupun masyarakat dalam skala besar seperti Negara. Di antara manfaatnya adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi maupun keharmonisan hidup. Jika setiap keinginan harus dibayar dengan uang, maka hampir dapat dipastikan akan terjadi kegoncangan dalam bidang keuangan. Ujung-ujungnya terjadi ketidakharmonisan dan cekcok dalam keluarga.

Padahal keinginan manusia tidak bertepi, sementara itu kemampuan keuangan manusia terbatas. Cekcok keluarga tidak hanya berimbas pada kehidupan pasangan suami istri, tetapi juga pada orang-orang terdekat seperti anak, pembantu rumah tangga dan sebagainya. Jika suami istri tidak akur dan sering terjadi adu mulut sebagai akibat tidak dapatnya terpenuhinya berbagai keinginan, maka kewibawaan di hadapan anak-anak dan pembantu akan jatuh. Sungguh ini adalah musibah dan hidup dalam siksa.

Jika iman tidak kuat, maka akan terjadi musibah yang lebih besar dan bisa memalukan keluarga. Boleh jadi karena desakan terpenuhinya keinginan, seseorang akan melakukan perbuatan tidak terpuji seperti mencuri, korupsi, menipu dan sebagainya.

Maka tepatlah nansihat Allah, agar orang-orang yang beriman itu meninggalkan semua tindakan yang tidak perlu dan tidak bermanfaat. Seandainya keadaan ekonomi memungkinkan, maka hal ini pun tidak dapat dipakai sebagai dasar pembenar memenuhi semua keinginan karena:
(1) bertentangan dengan petunjuk Allah (Al Mukminun 1-3),
(2) membentuk pola hidup konsumtif dan boros.

Pemboros adalah saudara setan. “dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudarasaudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” . (Al Isra 26-27).

Orang mukmin membelanjakan hartanya di jalan Allah, pemboros alias saudaranya syaitan membelanjakan harta secara ngawur, tanpa pertimbangan yang sehat, pada jalan yang membawa jauh dari Allah. (Kelebihan) harta dapat disalurkan kepada hal-hal yang manfaatnya lebih besar untuk kemaslahatan masyarakat banyak seperti sarana ibadah, pendidikan, majelis taklim dan sebagainya.

Harapannya umat Islam memiliki lembaga pendidikan dan majelis taklim yang unggul dan modern, serta mampu berkopmetisi dalam percaturan gelobal. Puncaknya tidak diremehkan oleh oleh pihak-pihak yang tidak suka kepada Islam. Ini adalah perjuangan panjang dan bervisi ke depan. Memerlukan kesadaran penuh seluruh umat. Berikutnya yang ke

(3)secara psikologis jiiwa akan terbebani dan tidak PD dalam pergaulan. Ia tertekan dan canggung dalam pergaulan karena belum atau tidak dapat memenuhi keinginannya.

(4)akan kehilangan sensitifitas (kepekaan) terhadap lingkungan social.

Tidak mau peduli terhadap kondisi sekitar karena terfokus untuk memanjakan diri dengan berbagai keinginan. Sikap demikian tentulah sangat berbahaya dalam kultur kehidupan Islam. Karena Islam sangat peduli terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai pengejawantahan dari sifat rahmatan lil’alamiin.

Rahmatan lil’alamiin dapat dimaknai ramah lingkungan. Aman dan nyaman. Di sekitar kita ada sesama makhluk hidup : manusia (apapun agama, suku, ras, bahasanya), binatang, tumbuhtumbuhan, air, tanah, udara dan sebagainya. Semuanya aman dan nyaman di bawah panji rahmatan lil’alamin. Tidak terganggu dan tidak terusik. Udara, air, dan tanah tidak tercemar. Hewan tidak punah, apalagi hewan hewan yang dilindungi undang-undang. Hutan tidak gundul. Pohon penahan ekosistem tidak ditebang secara membabi buta. Pembukaan hutan tidak dilakukan dengan cara membakar. Asap pembakaran hutan dapat mencemarkan lingkungan.

Manusia adalah makhluk sosial dan karenanya sangat membutuhkan keberadaan lingkungan sosial. Untuk mempertahankan hidup, manusia membutuhkan sesamanya. Contoh untuk berobat agar bertahan hidup atau memperpanjang umur membutuhkan orang lain, dokter misalnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebut saja pakaian misalnya, ia membutuhkan penjahit atau penjual pakaian.

Hal ini menegaskan dan meneguhkan pentingnya menjalin komunikasi yang baik dengan lingkungan atau sesamanya demi kemuliaan hidup. Allah berfirman dalam Surat Ali Imran 112

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar.Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

Agar terhindar dari kehindaan, manusia harus menjalin hubungan yang baik secara vertikal (Allah) maupun horizontal (sesamanya). Itu artinya manusia harus luwes dan pandai bergaul dengan lingkungannya, namun harus tetap berpegang pada kaidah-kaidah agama. Demikian, semoga bermanfaat. (*)

Oleh : AA Gim (Guru SMA MTA Surakarta)
Jateng Pos, Ahad 17 Desember 2017

Sumber : https://mta.or.id/penuhi-kebutuhan-dan-kubur-keinginan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com