Agar Generasi Muda Islam Tidak Meragukan Firman Allah

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya
Allah SWT memberikan tantangan kepada umat manusia yang masih saja meragukan bahwa Al-Qur’an itu datang dari Allah SWT, sebagaimana dalam firmannya
وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم مِّن دُونِ اللّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Q S 2. Al-Baqarah 23)
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُواْ بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُواْ مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Qur’an itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q S 11. Huud 13)
قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَن يَأْتُواْ بِمِثْلِ هَـذَا الْقُرْآنِ لاَ يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً ﴿٨٨﴾ وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَـذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلاَّ كُفُوراً
Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Qur’an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (nya). (Q S 17. Al-Israa 88-89)
Ayat-ayat tersebut Allah sampaikan kepada umat islam, kepada orang-orang beriman bahwa Al-Qur’an itu benar-benar dari Allah SWT dan bukan buatan Muhammad bin Abdulllah. Ditinjau dari segi apapun, seluruh manusia JIN dan manusia tidak akan mampu membuat sesuatu yang menyamai dan menyerupai Al-Qur’an, karena memang Al-Qur’an itu datang dari Allah SWT. Tuhan semesta Alam Tuhan yang menciptakan seluruh makhluq.
- Al-Qur’an bukan buatan Muhammad bin Abdullah
Allah telah memberikan keterangan kepada umat manusia bahwa Allah telah mengangkat Muhammad bin Abdullah menjadi utusanNya (Rasulullah) dan Allah telah memberitahu bahwa Rasulullah itu hanya sebanagi penyampai (Nabi) dan Al-Qur’an itu benar-benar dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ﴿٤٠﴾ وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلاً مَا تُؤْمِنُونَ ﴿٤١﴾ وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ ﴿٤٢﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٤٣﴾ وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ ﴿٤٤﴾ لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ ﴿٤٥﴾ ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ ﴿٤٦﴾ فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ ﴿٤٧﴾ وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٤٨﴾ وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ ﴿٤٩﴾ وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ ﴿٥٠﴾ وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ ﴿٥١﴾ فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Dan sesungguhnya kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan (nya). Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu Yang Maha Besar. (Q S 69. Al-Haaqqah 40 s/d 52)
Allah menyampaikan tentang kebenaran bahwa Al-Qur’an benar-benar dari Allah, bukan buatan Muhammad bin Abdullah, namun Allah memberi tahu hanya orang-orang yang BERTAQWA saja yang akan meyakini kebenaran dan mengamalkan Al-Qur’an, dan banyak manusia yang akan mendustakannya.
Umat Islam harus terus mendidik dirinya dan keluarganya serta masyarakatnya untuk menjadi TERPELAJAR dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga akan meminimalisir orang-orang yang buta dengan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an. Agar manusia memahami apa yang harus diamalkan sebagaimana yang telah Allah sampaikan di Al-Qur’an.
- Pentingnya Pelajaran Tafsir Al-Qur’an di dalam setiap keluarga MUSLIMIN
Manusia sering merasa segera lelah ketika diajak untuk menjadi CERDAS, dan seringpula merasa segera payah untuk memahami sesuatu yang dianggap SULIT. Namun dalam sebuah keluarga MUSLIMIN yang telah merasakan lezatnya Rahmat Allah dalam ber Islam maka mewariskan estafet KELEZATAN ber Islam harus dapat diturunkan dari generasi ke generasi secara runtut dan rapi.
Di hari ini, untuk dapat melestarikan semangat menggapai kemajuan dan kesejahteraan kehidupan dunia di sebuah tatanan masyarakat , disana dibangun sarana pendidikan dari tingkat dasar hingga ke tingkat universitas, yang lembaga itu sangat bagus pengorganisasiannya, sejak dari penataan KURIKULUM hingga penyediaan segala SARANA yang menjadikan lancarnya proses belajar mengajar di lembaga pengajaran tersebut.
Pemahaman dan pengamalan Islam sebagai kebutuhan setiap manusia, seluruh kaum MUSLIMIN TERPELAJAR perlu menjadikan masing-masing keluarga adalah wujud nyata dari lingkungan terkecil dari pelaksanaan proses belajar mengajar tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kehidupan Islami adalah sebuah wujud nyata dalam aktifitas hidup. Namun untuk meneruskan estafet memahamkan dan mendorong keluarga, anak dan istri didalam menghayati dan mengamalkan Islam perlu diadakan suasana BELAJAR dan MENGAJAR di dalam setiap keluarga Muslim.
Mudahnya menyampaikan pelajaran ilmu FIQIH IBADAH, sehingga dari yang muda hingga yang tua dapat segera menguasai pelaksanaan fiqih ibadah, yang kadang diwarnai dengan kegaduhan tentang perbedaan pendapat para ulama. Namun ketika mengikuti jenjang pengajaran Al-Qur’an sebagai PETUNJUK HIDUP. Maka diperlukan kecermatan dan pengulangan yang berkali-kali untuk dapat memahamkan dan menyadarkan seorang anak manusia. Sebagaimana firman Allah.
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَـذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلاَّ كُفُوراً
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Qur’an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (nya). (Q S 17 Al-Israa ayat 89)
Pelajaran ilmu fiqih Ibadah dengan cepat dapat diterima oleh para murit, namun untuk mengajak hati seorang murit untuk meyakini Jalan PETUNJUK Allah, diperlukan pelajaran secara terus berulang-ulang hingga hati BERSIH sang murit meyakininya dan mau menempuh jalan petunjuk tersebut.
Palajaran Tafsir Al-Qur’an yang bisa dilakukan pada semua keluarga kecil kaum MUSLIMIN terhadap keluarga mereka masing-masing, seorang bapak, seorang istri dan dua orang anak, maka ESTAFET ISLAM akan dapat diteruskan dari generasi ke generasi.
Setiap keluarga MUSLIMIN perlu melengkapi dengan tata kurikulum dan tata prasarana yang memadai, sehingga suasana belajar mengajar yang disiplin dari pelajaran TAFSIR AL-QUR’AN yang diajarkan di masing-masing keluarga MUSLIMIN di rumahnya masing-masing akan menghasilkan manusia-manusia yang faham dengan Islam yang sebenarnya.
- Keanehan sebagian orang yang mengaku Ber Islam di hari ini
Ada satu fenomena aneh yang seharusnya dapat diminimalisir oleh para keluarga Muslim yang paham dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, yaitu keanehan yang sungguh aneh dan sangat aneh.
Seorang mukmin Mengagungkan Allah, Memuji Allah, Memahasucikan Allah dan tampak sangat tuma’ninah dan seolah khusu’ dalam sholatnya. Namun masih saja mereka meragukan dalam mengamalkan kebenaran Al-Qur’an firman Allah SWT.
Seseorang memuji Allah dengan kalimat Allahu Akbar, Subhanallah, Wal hamdu lillah, la ilaha ilallah, namun ternyata mereka menolak sesuatu yang diberikan oleh dzat yang selalu di puji pujinya dan diagung-agungkan itu, sungguh ini sebuah logika yang sangat aneh.
Sudah jelah bahwa Allah itu Tuhan yang Esa, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Agung, Yang Maha Mulia, Yang Maha Pengasih dan Penyayang dan 99 asmaul husna dilantunkan untuk memuji Allah SWT, tapi sekali lagi aneh, mereka itu ada yang tidak mau menerima sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT yang selalu dipuji-pujinya dan diagung-agungkan itu. Hal inilah yang mewajibkan setiap keluarga Muslim perlu memberikan pelajaran Tafsir Al-Qur’an kepada setiap keluarganya agar seluruh anggota keluarga mereka tidak menjadi seorang muslim yang aneh. Wallahu a’lam.
Sumber : https://mta.or.id/agar-generasi-muda-islam-tidak-meragukan-firman-allah/
