Senin, Oktober 12, 2026
Tausiyah

Iman Yang Tumbuh Pesat Di Tengah Belantara Modernisasi

Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Segala puji bagi Allah yang telah meneguhkan iman ke dalam hati hati manusia, demikian pula Allah yang telah meletakkan bumi yang penuh dengan kehidupan di atasnya , dan menempatkan bumi tertata  di tengah-tengah belantara alam raya yang terisi dengan mayoritas planet planet kosong dan mati dari kehidupan. Allah Dia dzat yang mencipta dan memelihara semesta alam menurut kehendak-Nya tanpa ada campur tangan sedikitpun dari makhluq-makhluqnya. Allah berfirman

 

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَا وَلَئِن زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّن بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً

  1. Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS 35 Fathiir ayat 41)

 

Segala puji bagi Allah, kita manusia  harus  selalu merasa butuh kepada Allah dzat pencipta dan pemelihara semesta alam, dan selalu memohon kepadanya agar Allah selalu memberikan perlindungan lahir dan batin terutama melindungi tumbuh suburnya iman yang ada di dalam hati.

Allah SWT telah meyakinkan kepada kita umat manusia bahwa hanya Dia lah yang dapat memelihara semesta alam. Dan kepada-Nya diperintah untuk memohon segala sesuatu kebutuhan kita, maka itulah fungsi penting yang nyata dari waktu-waktu ibadah yang Allah tuntunkan kepada kita lewat bimbingan Rasululah Muhammad SAW.

Dalam seluruh rentang zaman, sejak zaman Nabi Adam, hingga zaman Qiyamat tiba, manusia harus selalu memenuhi kebutuhan jiwanya yang haqiqi, yaitu aktifitas untuk selalu rajin beribadah kepada Allah.

Sesibuk apapun aktifitas manusia, kalau sampai mereka mengabaikan ibadahnya kepada Allah maka secara nyata iman dalam hati manusia akan padam. Dan bila iman telah padam dari hati maka aktifitas diri-diri manusia akan merusak diri, merusak lingkungan, merusak kehidupannya di  dunia dan kehidupan akheratnya. Diantara tanda-tanda orang yang imannya selalu segar di  dalam hatinya diantaranya memiliki ciri ciri sebagaimana firman-Nya

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاء اللَّيْلِ سَاجِداً وَقَائِماً يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

  1. (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS 39 Az-Zumar ayat 9)

 

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّداً وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ﴿١٥﴾ {س} تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.
  2. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS 32 As-Sajdah ayat 15 dan 16)

 

Allah SWT telah mengingatkan kepada manusia, agar mereka lebih menghargai Iman dan Taqwanya, kesibukan kehidupan modern adalah waktu waktu berkarya untuk menyiapkan kebahagiaan hidup mereka di dunia dan di akherat. Allah mengingatkan kepada manusia, tentang kehidupan dunia dan akherat

مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِندَ اللّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَكَانَ اللّهُ سَمِيعاً بَصِيراً

  1. Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS 4 An-Nisaa ayat 134)

 

Dan Allah SWT memberi kabar kepada manusia tentang keadaan sebenarnya dari kehidupan dunia dan sekaligus keadaan yang sebenarnya dari kehidupan akherat, sebagaimana firman-Nya.

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

  1. Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS 29 Al-Ankabuut ayat 64)

Walaupun kehidupan di dunia itu dikatakan sementara dan kecil, namun Allah memerintah manusia untuk selalu bekerja di dunia untuk menjadi khaifah Allah yang Adil, dan hidup di muka bumi untuk terus menerus melihat tanda-tanda keagungan Allah baik secara rohani maupun indrawi.

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتاً وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَاراً

  1. Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi.Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (QS 35 Fathiir ayat 39)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 5 Al-Maidah ayat 08)

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

  1. Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS 55 Ar-Rahman ayat 33)

Dari beberapa ayat tersebut maka bagi manusia di zaman ini perlu mengintegrasikan dalam seluruh aktifitas hidupnya, manusia diperintah menjadi hamba Allah yang selalu mencintai Allah, manusia diperintah untuk mengatur kehidupan dunia sesuai petunjuk Allah, manusia diperintah untuk selalu dalam ketaqwaan kepada Allah dan selalu berbuat adil kepada semua makhluq Allah , dan manusia diperintah untuk  melihat tanda-tanda kebesaran Allah di berbagai ciptaan Allah yang sangat  luar biasa hebatnya  yang telah Allah sebarkan  di semesta penjuru alam yang luas tak terbatas.

 

Segala puji bagi Allah, manusia telah dibekali dengan petunjuk yang demikian lengkap dan terinci, dan Allah sangat mewanti wanti manusia agar tidak merusak dirinya dengan berbagai hal yang akan menghancurkan potensi potensi mulia dan mahal yang Allah berikan kepada manusia sebagaimana firman-Nya

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ  إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

  1. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
  2. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.(QS 2 Al-Baqarah ayat 168 dan 169)

 

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

  1. Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.(QS 7 Al-A’raaf ayat 33)

 

Zaman saat ini dikatakan oleh manusia saat ini dikatakan sebagai zaman modern, karena manusia telah mampu menciptakan berbagai macam alat-alat bantu yang menjadikan manusia bisa membangun kehidupan dunia yang lebih nampak indah, teratur dan rapi walaupun semua itu harus diwujudkan dengan berbagai kesulitan dan kerumitan yang tinggi. Itulah sesuatu yang segera dapat di nikmati oleh indra manusia.

 

Allah telah menyampaikan bahwa keindahan fisik dan indrawi di dalam kehidupan adalah bersifat sementara, bila Allah tiba-tiba mendatangkan bencana dan musibah dimuka bumi, maka keindahan itu akan hilang tak berbekas dalam sekejab mata.

Maka manusia manusia yang memiliki KEARIFAN dan KEBIJAKSANAAN yang tinggi tidak akan terlalaikan dirinya dalam membangun ruh dan jiwanya dan tidak tertipu dengan sekedar bersibuk-sibuk membangun keindahan fisik dan keindahan indra. Allah berfirman

وَلاَ تَشْتَرُواْ بِعَهْدِ اللّهِ ثَمَناً قَلِيلاً إِنَّمَا عِندَ اللّهِ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٩٥﴾ مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

  1. Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
  2. Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(QS 16 An-Nahl ayat 95 dan 96)

 

Sudah selayaknya kaum muslimin memilihkan dan membangun sarana-sarana pendidikan yang dapat menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan untuk  keluarga dan masyarakat secara luas. Dan mengajarkan kesadaran yang paling tepat kepada segenap anak anak manusia dalam membangun dunia dalam bingkai ibadah kepada Allah.

Anak-anak orang beriman dan bertaqwa yang pendidikannya di serahkan kepada orang-orang yang tidak mempunyai iman dan taqwa, atau diserahkan kepada orang-orang yang tergila-gila kepada kenikmatan dunia semata, maka akan menghasilkan generasi yang sangat berbeda dari orang tuanya. Apalagi bila diserahkan kepada orang-orang yang sangat membenci keimanan dan ketaqwaan. Ibarat membesarkan musuh dirumahnya masing-masing.

Bahwa Allah telah memuliakan anak-anak manusia dari zaman ke zaman dengan keimanan dan ketaqwaan. Dan itu pula yang tetap harus DIUTAMAKAN ketika manusia hidup di zaman yang dikatakan oleh manusia saat ini sebagai zaman modern.

Bila manusia selalu sibuk membangun jiwanya sehingga mencapai terajad taqwa maka apapun hempasan badai musibah di tengah kehidupan di muka bumi ini tetap saja akan membawanya kepada kehidupan dunia yang tahan uji dan membawa kepada derajad kehidupan akherat yang makin tinggi dan mulia.

Sebaliknya bila manusia terlena dan sekedar sibuk membangun keindahan dunia, raga dan indra, maka jika bencana datang di dunia ini, maka sia-sialah  segala usaha yang telah dilakukan dengan sungguh sungguh itu, raga dan indranya akan terhempas, jiwa dan ruhnya yang tidak punya iman dan taqwa akan dihempaskan ke dalam waktu hidup yang sangat rendah dan sia-sia.

Dahulukanlah membangun iman dan taqwa masing-masing anggota keluarga kita dan secara bersamaan giat membangun dunia dalam rangka beribadah kepada Allah yang diwarnai dengan rasa khusyu’ dan tawadhu’ kepada Allah Tuhan Semesta Alam, Tuhan yang Maha Kaya.         Wallahu a’lam.

https://mta.or.id/iman-yang-tumbuh-pesat-di-tengah-belantara-modernisasi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com